Back to Articles
ACTIVE LIFESTYLE

Perjalanan Dua Jam Setiap Hari Juga Menjadi Bagian dari Gaya Hidup

Perjalanan harian ikut membentuk waktu duduk, aktivitas, pemulihan, dan kondisi tubuh. Karena itu, commuting juga bagian dari gaya hidup.

September 2, 2026
5 min read
4 views
Perjalanan Dua Jam Setiap Hari Juga Menjadi Bagian dari Gaya Hidup
Gaya hidup bukan hanya soal olahraga dan makanan. Dua jam di jalan setiap hari juga ikut membentuk cara tubuh bekerja, bergerak, dan memulihkan diri.

Banyak orang tidak pernah memasukkan perjalanan menuju tempat kerja ke dalam perhitungan gaya hidup. Waktu di kendaraan dianggap sebagai jeda antara rumah dan kantor, bukan aktivitas yang memiliki konsekuensi bagi tubuh. Padahal, jika perjalanan pergi-pulang memakan dua jam sehari, jumlahnya dapat mencapai sekitar sepuluh jam dalam lima hari kerja.

Bagi sebagian pria, perjalanan bahkan lebih panjang. Ada yang mengendarai mobil melewati kemacetan, duduk di kereta, berpindah menggunakan sepeda motor, atau menggabungkan beberapa moda transportasi. Tubuh mungkin tidak sedang bekerja di meja, tetapi tetap menghadapi posisi yang sama, getaran, panas, polusi, pendingin udara, dan tekanan perjalanan.

Karena terjadi setiap hari, perjalanan semacam ini mudah dianggap biasa. Tubuh beradaptasi, lalu ketidaknyamanan kecil seperti punggung kaku, kulit berkeringat, atau rasa lelah setelah sampai rumah perlahan menjadi bagian dari rutinitas.

Padahal, sesuatu yang rutin justru layak diperhitungkan ketika kita berbicara tentang gaya hidup.
Tubuh Tidak Menganggap Perjalanan sebagai Waktu yang Hilang
Duduk di dalam kendaraan tetap merupakan waktu duduk. Jika pekerjaan juga mengharuskan seseorang berada di depan komputer selama berjam-jam, perjalanan dapat menambah durasi sedentari dalam satu hari. Olahraga setelah bekerja tentu bermanfaat, tetapi aktivitas tersebut tidak membuat seluruh waktu duduk sebelumnya seolah tidak pernah terjadi.

Masalahnya bukan bahwa duduk merupakan aktivitas yang harus dihindari sepenuhnya. Manusia memang perlu duduk dan beristirahat. Yang perlu diperhatikan adalah ketika sebagian besar hari tersusun dari periode duduk panjang dengan sangat sedikit kesempatan untuk bergerak.

Perjalanan juga dapat memengaruhi waktu yang tersedia untuk aktivitas lain. Dua jam di jalan berarti dua jam yang tidak dapat digunakan untuk tidur, menyiapkan makanan, berolahraga, bersantai, atau menjalani aktivitas sosial. Jika jam berangkat harus semakin pagi sementara waktu pulang semakin malam, tubuh dapat kehilangan sebagian ruang untuk melakukan pemulihan.

Bagi pengguna kendaraan pribadi, ada pula tuntutan perhatian yang tidak kecil. Menghadapi kemacetan sambil terus mengawasi kendaraan lain berbeda dengan duduk santai di rumah. Tubuh terlihat tidak banyak bergerak, tetapi otak tetap bekerja membaca situasi dan mengambil keputusan selama perjalanan.

Kondisi lingkungan menambahkan lapisan berikutnya. Pengendara sepeda motor dapat menghadapi panas, debu, keringat, dan perubahan cuaca, sementara pengguna mobil atau transportasi publik dapat berpindah berkali-kali dari udara panas menuju ruangan berpendingin. Kulit ikut mengalami perubahan lingkungan tersebut setiap hari.

Hengky Kurniawan, sebagai figur publik dengan mobilitas tinggi, melihat aktivitas pria modern tidak hanya berlangsung ketika bekerja atau berolahraga. Waktu berpindah dari satu kegiatan ke kegiatan lain juga menjadi bagian dari rutinitas yang perlu dikelola, terutama ketika mobilitas tinggi terjadi hampir setiap hari.

Gaya Hidup Sehat Juga Perlu Memperhitungkan Waktu di Jalan
Tidak semua orang memiliki pilihan untuk tinggal dekat dengan tempat kerja. Karena itu, solusi realistis bukan sekadar menyarankan seseorang menghilangkan perjalanan panjang. Yang lebih masuk akal adalah melihat bagian mana dari rutinitas tersebut yang masih dapat dikelola.

Jika menggunakan transportasi publik, berjalan menuju halte atau stasiun dapat menjadi kesempatan menambah aktivitas fisik. Ketika kondisi memungkinkan, berdiri dan bergerak setelah periode duduk panjang juga membantu memutus pola sedentari. Di kantor, kesempatan berjalan singkat dapat dimanfaatkan agar perjalanan panjang tidak disambung dengan duduk tanpa jeda sepanjang hari.

Posisi tubuh selama perjalanan juga layak diperhatikan. Pengemudi dapat mengatur posisi kursi agar tidak terus-menerus membungkuk atau menjangkau kemudi terlalu jauh. Dompet tebal di saku belakang, tas berat yang selalu dibawa pada satu sisi, atau posisi melihat telepon selama perjalanan dapat menambah beban mekanis yang sebenarnya dapat dikurangi.

Perawatan tubuh memiliki konteksnya sendiri. Perjalanan menggunakan sepeda motor atau transportasi publik di cuaca panas dapat membuat tubuh berkeringat bahkan sebelum aktivitas kerja dimulai. Punggung, ketiak, kaki, dan area yang tertutup pakaian dapat berada dalam keadaan hangat serta lembap lebih lama daripada yang disadari.

Rutinitas membersihkan tubuh setelah kembali ke rumah karena itu bukan hanya persoalan menghilangkan aroma setelah seharian bekerja. Body wash dapat membantu membersihkan keringat, sebum, dan kotoran yang terkumpul sepanjang aktivitas. Pakaian yang lembap juga sebaiknya diganti agar kulit tidak terus berada dalam kondisi tertutup dan basah.

Namun, perjalanan panjang memiliki dimensi yang lebih besar daripada urusan kulit. Jika dua jam perjalanan membuat waktu tidur terus berkurang, olahraga selalu dibatalkan, makan menjadi tidak teratur, dan tubuh hampir tidak memiliki kesempatan bergerak, masalahnya terletak pada keseluruhan pola hidup.

Kita sering menghitung gaya hidup dari apa yang sengaja dilakukan: berapa kali olahraga, apa yang dimakan, atau berapa jam tidur. Waktu perjalanan jarang mendapat tempat dalam hitungan tersebut karena terasa seperti sesuatu yang harus dilewati.

Padahal, dua jam sehari bukan ruang kosong dalam kehidupan. Tubuh tetap berada di sana, menjalani setiap menitnya. Jika perjalanan telah menjadi rutinitas selama bertahun-tahun, cara kita menjalaninya juga layak diperlakukan sebagai bagian dari cara kita merawat diri. [][Rommy Rimbarawa/DRM]

Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi.
Tags: #kesehatan pria #active lifestyle #dermond #aktivitas fisik #commuting
Continue Reading

RELATED ARTICLES