Berjalan ke parkiran, naik tangga, dan berpindah ruang memang membuat tubuh bergerak. Namun, bergerak sepanjang hari belum tentu berarti tubuh memperoleh aktivitas fisik yang cukup.
Pagi dimulai dengan berjalan dari kamar menuju kamar mandi. Setelah itu turun ke garasi, berkendara ke kantor, berjalan menuju meja kerja, beberapa kali berpindah ke ruang rapat, lalu kembali ke kendaraan untuk pulang. Jika dilihat sekilas, tubuh sebenarnya tidak pernah benar-benar diam sepanjang hari.
Karena itulah, mudah muncul perasaan bahwa aktivitas sehari-hari sudah cukup untuk menjaga kebugaran. Apalagi bagi seseorang yang pekerjaannya mengharuskan berpindah tempat, menghadiri banyak pertemuan, atau sesekali berjalan cukup jauh. Badan terasa lelah ketika malam tiba, sehingga hari tersebut dianggap sebagai hari yang aktif.
Namun, rasa lelah dan aktivitas fisik bukan hal yang sama. Tubuh dapat menghabiskan energi karena konsentrasi, tekanan pekerjaan, perjalanan, dan kurang istirahat tanpa memperoleh cukup gerakan yang benar-benar menantang otot, jantung, serta sistem pernapasan.
Di sinilah perbedaan antara sekadar bergerak dan menjalani gaya hidup aktif menjadi penting.
Banyak Bergerak Belum Tentu Memenuhi Kebutuhan Tubuh
Aktivitas fisik memiliki spektrum yang luas. Berjalan santai menuju ruang rapat termasuk aktivitas, tetapi intensitasnya berbeda dengan berjalan cepat selama 30 menit. Berdiri dari kursi tentu lebih baik daripada terus duduk, tetapi efeknya berbeda dengan latihan yang membuat denyut jantung meningkat dan otot bekerja lebih besar.
World Health Organization merekomendasikan orang dewasa melakukan setidaknya 150–300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu atau 75–150 menit aktivitas intensitas tinggi, disertai aktivitas penguatan otot setidaknya dua hari dalam seminggu. Rekomendasi tersebut menunjukkan bahwa tubuh membutuhkan lebih dari sekadar perpindahan kecil yang terjadi secara kebetulan sepanjang hari.
Ada hal lain yang sering membingungkan: kesibukan. Hari yang penuh dapat membuat seseorang merasa sangat aktif meskipun sebagian besar waktunya sebenarnya dihabiskan dalam posisi duduk. Perjalanan menggunakan mobil, bekerja di depan komputer, makan siang sambil melihat layar, lalu menonton sesuatu setelah pulang dapat menghasilkan belasan jam dengan aktivitas otot yang relatif rendah.
Sebaliknya, seseorang tidak harus menjadi pengunjung rutin pusat kebugaran untuk disebut aktif. Berjalan cepat, bersepeda, berenang, melakukan latihan kekuatan di rumah, atau memilih aktivitas lain yang membuat tubuh bekerja lebih nyata dapat menjadi bagian dari pola hidup aktif selama dilakukan secara teratur.
Kuncinya bukan membuat setiap gerakan menjadi olahraga. Aktivitas ringan sehari-hari tetap berharga karena membantu mengurangi waktu sedentari. Namun, kita juga perlu jujur membedakan antara tubuh yang sering berpindah posisi dengan tubuh yang secara teratur memperoleh aktivitas fisik yang cukup.
Jam tangan pintar mungkin dapat menghitung langkah, tetapi memahami kualitas aktivitas tetap membutuhkan kita membaca tubuh sendiri.
Tubuh yang Aktif Juga Perlu Dirawat Setelah Bergerak
Menjadi lebih aktif membawa perubahan yang baik bagi tubuh, tetapi juga menciptakan kebutuhan perawatan yang berbeda. Ketika intensitas aktivitas meningkat, suhu tubuh naik dan kelenjar keringat bekerja membantu proses termoregulasi. Pakaian menjadi lebih lembap, sementara beberapa bagian tubuh mengalami gesekan lebih sering.
Pada pria yang rutin berolahraga, bersepeda, berlari, atau banyak berjalan, kondisi tersebut terutama terasa pada area yang tertutup pakaian. Ketiak, punggung, kaki, dan area sensitif dapat berada dalam kombinasi panas, keringat, serta gesekan selama aktivitas berlangsung.
Karena itu, gaya hidup aktif tidak berhenti ketika olahraga selesai. Mengganti pakaian yang basah oleh keringat, membersihkan tubuh, mengeringkan area lipatan dengan baik, serta menggunakan produk perawatan sesuai kebutuhan merupakan bagian dari rutinitas setelah aktivitas.
Di sinilah produk perawatan tubuh seharusnya ditempatkan secara proporsional. Body wash membantu membersihkan keringat, minyak, dan kotoran setelah tubuh aktif. Produk untuk area sensitif dapat menjadi bagian dari kebersihan harian pria, terutama ketika aktivitas membuat bagian tersebut lebih mudah lembap. Deodoran membantu mengelola persoalan aroma tubuh yang dapat menyertai aktivitas dan keringat.
Namun, produk tidak membuat seseorang menjadi aktif. Ia hanya mendukung tubuh yang menjalani aktivitas tersebut. Fondasinya tetap berada pada kebiasaan bergerak yang dilakukan secara konsisten.
Kita juga tidak perlu mengubah hidup menjadi perlombaan jumlah langkah atau durasi olahraga. Tubuh memperoleh manfaat dari aktivitas yang sesuai kemampuan dan dapat dipertahankan. Bagi seseorang yang selama ini sangat sedentari, berjalan lebih sering mungkin merupakan kemajuan besar. Bagi orang yang sudah terbiasa bergerak, latihan dengan intensitas atau kekuatan yang sesuai dapat memberikan tantangan berikutnya.
Mungkin karena itu pertanyaan "Apakah saya banyak bergerak hari ini?" belum cukup. Ada pertanyaan kedua yang lebih menarik untuk diajukan: apakah gerakan tersebut benar-benar memberikan tubuh kesempatan untuk menjadi lebih kuat, lebih bugar, dan bekerja sebagaimana ia dirancang?
Sebab hari yang melelahkan belum tentu hari yang aktif. Tubuh bisa sangat sibuk mengikuti kita ke mana-mana, sementara kita sendiri belum benar-benar memberinya kesempatan untuk bergerak. [][Rommy Rimbarawa/DRM]
Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi.