Setiap bahan mempunyai karakter fisik, kimia, rentang penggunaan, fungsi, dan interaksi yang berbeda dengan bahan lainnya. Ada bahan yang memang membutuhkan konsentrasi relatif tinggi untuk menjalankan fungsi tertentu. Ada pula bahan yang sudah memiliki peran penting ketika digunakan dalam jumlah jauh di bawah satu persen.
Formulator tidak menentukan jumlah bahan dengan prinsip semakin banyak semakin baik. Konsentrasi dipilih berdasarkan tujuan formula, data bahan, keamanan, kompatibilitas, karakter produk, serta performa yang ingin dicapai.
Apt. Cahya Khairani Kusumawulan, M.Farm. pernah menyebut bahwa setiap bahan memiliki konsentrasi penggunaan yang perlu disesuaikan dengan fungsi dan keseluruhan sistem formulasi. Menambah konsentrasi tanpa alasan ilmiah tidak otomatis meningkatkan performa. Dalam kondisi tertentu, hal tersebut justru dapat memengaruhi stabilitas, tekstur, kenyamanan, atau tolerabilitas produk pada kulit.
Bayangkan sebuah formula sebagai tim. Tidak semua anggota harus memiliki porsi pekerjaan yang sama agar memberikan kontribusi penting. Ada komponen yang menjadi bagian terbesar dari formula, sementara komponen lain hanya dibutuhkan dalam jumlah kecil untuk menjalankan tugas yang sangat spesifik.
Chelating agent merupakan salah satu contohnya. Bahan dalam kelompok ini dapat digunakan dalam konsentrasi relatif rendah untuk membantu mengikat ion logam tertentu yang berpotensi memengaruhi kestabilan formula. Sistem pengawet juga tidak dinilai berdasarkan seberapa besar persentasenya, melainkan apakah sistem tersebut mampu memberikan perlindungan mikrobiologis yang sesuai ketika digunakan pada kadar yang tepat.
Persentase juga tidak menjelaskan keseluruhan perjalanan sebuah bahan di dalam produk. Formulator masih perlu mempertimbangkan apakah bahan tersebut larut dengan baik, stabil pada pH yang digunakan, kompatibel dengan bahan lain, tahan terhadap kondisi penyimpanan, serta dapat berada dalam sistem yang sesuai dengan tujuan produk.
Karena itu, dua produk yang sama-sama mencantumkan konsentrasi satu persen dari suatu bahan belum tentu identik. Komposisi bahan pendukung, sistem penghantaran, bentuk bahan yang digunakan, karakter formula, dan kondisi pemakaian dapat berbeda.
Hal tersebut semakin penting pada produk yang digunakan rutin. Body wash, deodoran, pelembap, atau produk perawatan area sensitif membutuhkan keseimbangan antara fungsi dan kenyamanan. Menambahkan bahan dalam konsentrasi lebih tinggi tanpa kebutuhan yang jelas justru dapat bertentangan dengan tujuan membuat produk yang nyaman digunakan setiap hari.
Formulator karena itu tidak hanya bertanya, "Berapa banyak bahan ini bisa dimasukkan?" Pertanyaan yang lebih penting adalah, "Berapa banyak yang benar-benar dibutuhkan agar bahan ini menjalankan pekerjaannya dalam formula ini?"
Konsumen tentu tidak harus menjadi ahli kimia untuk memilih produk perawatan. Namun, memahami bahwa angka terbesar tidak selalu berarti produk terbaik membuat keputusan menjadi lebih rasional. Kita dapat berhenti melihat persentase sebagai perlombaan dan mulai melihat formula sebagai sebuah sistem yang setiap komponennya memiliki pekerjaan berbeda.