Back to Articles
ACTIVE LIFESTYLE

Dari Lapangan Padel ke Perawatan Personal, Kenapa Pria Butuh Sistem yang Lebih Tepat

Perawatan pria aktif membutuhkan sistem menyeluruh dari membersihkan hingga pemulihan

April 29, 2026
4 min read
11 views
Dari Lapangan Padel ke Perawatan Personal, Kenapa Pria Butuh Sistem yang Lebih Tepat
Di lapangan padel, semua bergerak cepat. Tubuh aktif, keringat keluar, dan energi terkuras tanpa terasa. Namun, yang sering tidak disadari, dampak aktivitas itu tidak berhenti ketika permainan selesai.

Dalam gelaran Padel Couple Tournament di Bandung, yang digagas oleh Hengky Kurniawan dan Sonya Fatmala dalam rangka merayakan 11 tahun pernikahan mereka, terlihat jelas bagaimana olahraga bukan hanya soal fisik. Ia juga jadi ruang refleksi tentang gaya hidup, termasuk bagaimana pria merawat dirinya setelah aktivitas.


Bagi sebagian pria, rutinitas setelah olahraga sering berakhir di kamar mandi. Membersihkan tubuh dianggap cukup untuk mengembalikan kondisi. Padahal, di balik tubuh yang terlihat ‘baik-baik saja’, ada proses yang lebih kompleks yang terjadi di kulit.


Dari sinilah muncul satu pertanyaan yang jarang dibahas. Apakah perawatan setelah aktivitas tinggi cukup hanya dengan membersihkan, atau sebenarnya dibutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh.


Baca Juga: Healing, Skincare, dan Gaya Hidup Ideal, Benarkah Itu yang Paling Dibutuhkan? 


Aktivitas Tinggi, Dampak yang Sering Tidak Terlihat

Padel adalah olahraga dengan intensitas sedang hingga tinggi. Gerakan cepat, perubahan arah, dan interaksi dengan lingkungan membuat tubuh bekerja secara maksimal. Keringat yang muncul bukan hanya tanda aktivitas, tetapi juga menciptakan kondisi baru di kulit.


Kelembapan meningkat, gesekan terjadi, dan suhu tubuh naik dalam waktu bersamaan. Kombinasi ini menjadi lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan bakteri, terutama di area yang tertutup. Dalam jangka pendek, mungkin hanya terasa tidak nyaman. Namun dalam jangka panjang, bisa memicu masalah yang lebih kompleks.


Yang menarik, banyak pria tidak langsung mengaitkan kondisi ini dengan kebutuhan perawatan. Fokus masih berada pada aktivitas itu sendiri, bukan pada dampak yang ditinggalkan. Dari sini, muncul celah antara apa yang dilakukan dan apa yang sebenarnya dibutuhkan.


Hal ini juga jadi salah satu poin yang muncul dalam talkshow di event tersebut. Hengky Kurniawan, yang juga co-owner Dermond bersama dr. Fajar ‘OmDoc’ Arief Noor, menekankan bahwa perawatan diri bukan sekadar rutinitas tambahan. Ia menjadi bagian dari tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang terdekat.


Dari lapangan padel, pesan itu terasa lebih nyata. Aktivitas tinggi bukan hanya soal performa, tetapi juga soal bagaimana tubuh dijaga setelahnya.


Baca Juga: Gaya Hidup Berbeda, Lalu Mengapa Kulit Harus Sama? 


Dari Bersih ke Sistem: Cara Baru Melihat Perawatan Pria

Selama ini, banyak perawatan pria berhenti di satu titik: bersih. Sabun digunakan, tubuh dibilas, dan rutinitas selesai. Pendekatan ini terasa cukup, tapi tidak selalu menjawab seluruh kebutuhan yang muncul setelah aktivitas.


Dermond melihat perawatan sebagai sebuah sistem, bukan langkah tunggal. Pendekatan ini dibangun dari tiga fase utama: cleanse, protect, dan recover. Ketiganya tidak berdiri sendiri, tetapi saling melengkapi sesuai kondisi tubuh setelah aktivitas.


Pada tahap cleanse, produk seperti Dermond Advance Body Wash Charcoal membantu membersihkan kotoran, minyak, dan residu dari aktivitas luar ruangan. Kandungan seperti charcoal dan ekstrak alami membantu mengangkat kotoran tanpa membuat kulit terasa kering.


Namun, setelah dibersihkan, tubuh tidak otomatis kembali ke kondisi ideal. Di sinilah tahap protect menjadi relevan. Produk seperti Dermond FreshCore Mist memberikan kesegaran sekaligus membantu menjaga keseimbangan mikrobioma kulit, terutama di area yang rentan lembap.


Ketika aktivitas tinggi memicu reaksi tertentu pada kulit, tahap recover menjadi penting. Produk seperti Men Guard Intimate Foam dan Reboot Cream membantu menenangkan, menjaga kelembapan, dan memperkuat barrier kulit agar tetap stabil.


Pendekatan ini menggeser cara pandang terhadap perawatan. Bukan lagi sekadar membersihkan setelah aktivitas, tetapi memahami bahwa tubuh membutuhkan proses pemulihan yang lebih lengkap. Dari sini, perawatan menjadi lebih masuk akal dan tidak terasa berlebihan.


Dalam konteks gaya hidup aktif, sistem ini menjadi semakin relevan. Aktivitas tidak bisa dihindari, tetapi dampaknya bisa dikelola dengan lebih baik. Dari sinilah perawatan personal tidak lagi terasa sebagai kewajiban, tetapi sebagai bagian dari keseimbangan hidup.


Dari lapangan padel ke rutinitas harian, perawatan pria mulai bergerak ke arah yang lebih sadar. Bukan hanya mengikuti kebiasaan lama, tetapi menyesuaikan dengan kebutuhan yang nyata. Dan di situlah, sistem menjadi lebih penting daripada sekadar langkah. [][Rommy Rimbarawa/DRM]


Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi

Tags: #active lifestyle #intimate care #perawatan pria #dermond #padel
Continue Reading

RELATED ARTICLES